Mengenal Sejarah Pramuka Indonesia
Sebelum mengenal sejarah pramuka di
Indonesia dan kebaradaannya, alangkah baiknya kita mengetahui sejarah pramuka
pada asal mulanya.
SEJARAH PRAMUKA DI DUNIA
Istilah pramuka hanya
digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan
yang juga disebut Scouting atau Scout Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara
fisik, mental, dan spiritual. dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di
Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara
intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea, ketika itu Lord Robert Baden Powell menjabat sebagai
Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan
pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell
sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy” yang artinya
pramuka untuk laki-laki.
Pada tahun 1912 dengan bantuan adik
perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk
perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini
pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.
Selanjutnya
di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak
srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang
berjudul “The Jungle Book”
karangan Rudyard Kipling.
Pada tahun 1918 Baden Powell kembali
membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia
17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan
buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang
pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.
Di
tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana
untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga
dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro
pusat di London.
Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu
Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki
lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika
Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.
Jambore Dunia ke-I di laksanakan di Olympia
Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari 27 Negara dan
pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief
Scout of The World ).
SEJARAH PRAMUKA DI INDONESIA
Ternyata
gagasan organisasi Boden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke
berbagai negara termasuk Belanda. Di belanda gerakan pramuka dinamai Padvinder.
Pada masa itu Belanda yang menguasai Indonesia pun membawah gagasan itu ke
Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan organisasi tersebut di Indonesia
dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu
Hindia Belanda).
Dalam perkembangan pemimpin-pemimpin gerakan
nasional membentuk organisasi kepanduan dengan tujuan membentuk manusia
Indonesia yang baik dan siap menjadi kader pergerakan nasional. Dalam waktu
singkat muncul berbagai organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse
Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale
Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul
Wathon).
Kemudian
pemerintah Hindia Belanda memberikan larangan penggunaan istilah
Padvindery. Maka K.H. Agus Salim mengganti nama Padvindery menjadi Pandu
atau Kepanduan dan menjadi cikal bakal dalam sejarah pramuka.
Setelah sumpah pemuda kesadaran nasional juga
semakin meningkat, maka pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan seperti
IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung melebur
menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada tahun 1931 dibentuk PAPI
(Persatuan Antar Pandu Indonesia) kemudian pada tahun 1938 berubah menjadi
BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).
Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia
organisasi Kepanduan dilarang. Maka banyak dari tokoh Pandu yang beralih dan
memilih masuk masuk Keibondan, Seinendan, dan PETA. Setelah proklamasi kemerdekaan kembali
dibentuk orgasisasi kepanduan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28
Desember 1945 dan menjadi satu-satunya organisasi kepanduan.
Pada tahun 1961 organisasi kepanduan di
Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan dan terhimpun dalam 3
federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September
1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI
(Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Sadar akan kelemahan terpecah-pecah
akhirnya ketiga federasi yang menghimpun bergabung menjadi satu dengan nama
PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Sejarah pramuka di Indonesia ditetapkan dengan
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi
Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961
sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka
dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah
maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Perkembangan
Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang
dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang
terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda
yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal
tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun
2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan
Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang
antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan
terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.
Komentar
Posting Komentar